Tampilkan postingan dengan label OSIS SMKN 7 Samarinda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OSIS SMKN 7 Samarinda. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Melepas Kepergian Teman di SMK Negeri 7 Samarinda

0


Beginilah SMK Negeri 7 Samarinda...
teman-temannya termasuk gifo.. alias gila foto..
ini foto yg di ambil tanggal 21/07/11 --> pas mau wudhu'
fotonya melepas Aprin Ke Bogor untuk lomba di DPR RI.. hahaha..
sayangnya karena aku yang moto aku ndada.. ~__~'

Ada Aprin, Udha, Satriyo, Fany, dan Wiwid... ^^


 Aduh, Satriyo malu... hehehe...





Jumpa Fans.. hahaha... akhirnya ada Sunthi datang....





Maaf, ya... editannya jelek.. karena saya kurang bisa jadi anak multimedia...
ngambil fotonya juga jelek..

tapi disinilah kebersamaan kami... ^^
biar beda jurusan atau kelas kami tetap bersama...

Sabtu, 28 Januari 2012

Foto bersama Menteri Riset dan Teknologi Indonesia

0

Hari ini benar-benar tak menyangka dapat berfoto bersama Menteri Riset dan Teknologi Indonesia Bapak Prof. Gusti Muhammad Hatta dan bertemu Wakil Gubernur Kaltim Bapak  Farid Wadjdy -sayang gak sempat foto-

Lokasi : Perpustakaan Daerah Kalimantan Timur 
Jalan Juanda
Hanya kami bertiga -Aku (Ami), Aprin dan Udha- pelajar yang di sapa langsung Pak Farid sebelum pulang kembali bertugas. Senangnya ^^ Semoga di masa depan bisa jadi orang sukses -ketularan sukses gitu :D Amin ya Allah.. Insya Allah dapat terwujud.
Karir ku di mulai dengan menjadi sekretaris Osis dan sekarang Sekretaris MPK semoga kelak akan lebih baik lagi :)

Sabtu, 21 Januari 2012

Samarindaku : Ulang Tahun Samarinda dan Pemecahan Rekor Muri Blogger 2012

0

Hari ini tepat 21 Januari 2012, dan ultah samarinda sebentar lagi.
Dalam rangka tersebut sekolahku SMKN 7 Samarinda ikut ambil andil dalam pemecahan rekor muri dengan peserta lomba blogeger terbanyak yaitu 2012 peserta (Siswa). sekolahku mengirimkan setidaknya 800 peserta dan menjadi peserta terbanyak. ^^

Oke, kita kenalan dulu sama Kotaku yang di juluki kota tepian - teduh, rapi, indah- kaloo gak salah sih. hehehe....

Kota Samarinda adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kota Samarinda dapat dicapai dengan perjalanan darat, laut dan udara. Dengan Sungai Mahakam yang membelah di tengah Kota Samarinda, yang menjadi "gerbang" menuju pedalaman Kalimantan Timur. Kota ini memiliki luas wilayah 718 kilometer persegi[3] dan berpenduduk 726.223 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010), menjadikan kota ini berpenduduk terbesar di seluruh Kalimantan.
-http://id.wikipedia.org/wiki/Samarinda-


Sejarahnya adalah...
Samarinda yang dikenal sebagai kota seperti saat ini dulunya adalah salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Di wilayah tersebut belum ada sebuah desa pun berdiri, apalagi kota. Sampai pertengahan abad ke-17, wilayah Samarinda merupakan lahan persawahan dan perladangan beberapa penduduk. Lahan persawahan dan perladangan itu umumnya dipusatkan di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan sungai Karang Asam.
Pada tahun 1668, rombongan orang-orang Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona (bergelar Pua Ado) hijrah dari tanah Kesultanan Gowa ke Kesultanan Kutai. Mereka hijrah ke luar pulau hingga ke Kesultanan Kutai karena mereka tidak mau tunduk dan patuh terhadap Perjanjian Bongaya setelah Kesultanan Gowa kalah akibat diserang oleh pasukan Belanda. Kedatangan orang-orang Bugis Wajo dari Kerajaan Gowa itu diterima dengan baik oleh Sultan Kutai.[4]
Atas kesepakatan dan perjanjian, oleh Raja Kutai rombongan tersebut diberikan lokasi sekitar kampung melantai, suatu daerah dataran rendah yang baik untuk usaha pertanian, perikanan dan perdagangan. Sesuai dengan perjanjian bahwa orang-orang Bugis Wajo harus membantu segala kepentingan Raja Kutai, terutama di dalam menghadapi musuh.
Semua rombongan tersebut memilih daerah sekitar muara Karang Mumus (daerah Selili seberang) tetapi daerah ini menimbulkan kesulitan di dalam pelayaran karena daerah yang berarus putar (berulak) dengan banyak kotoran sungai. Selain itu dengan latar belakang gunung-gunung (Gunung Selili).
Sekitar tahun 1668, Sultan yang dipertuan Kerajaan Kutai memerintahkan Pua Ado bersama pengikutnya yang asal tanah Sulawesi membuka perkampungan di Tanah Rendah. Pembukaan perkampungan ini dimaksud Sultan Kutai, sebagai daerah pertahanan dari serangan bajak laut asal Filipina yang sering melakukan perampokan di berbagai daerah pantai wilayah kerajaan Kutai Kartanegara. Selain itu, Sultan yang dikenal bijaksana ini memang bermaksud memberikan tempat bagi masyarakat Bugis yang mencari suaka ke Kutai akibat peperangan di daerah asal mereka. Perkampungan tersebut oleh Sultan Kutai diberi nama Sama Rendah. Nama ini tentunya bukan asal sebut. Sama Rendah dimaksudkan agar semua penduduk, baik asli maupun pendatang, berderajat sama. Tidak ada perbedaan antara orang Bugis, Kutai, Banjar dan suku lainnya.
Dengan rumah rakit yang berada di atas air, harus sama tinggi antara rumah satu dengan yang lainnya, melambangkan tidak ada perbedaan derajat apakah bangsawan atau tidak, semua "sama" derajatnya dengan lokasi yang berada di sekitar muara sungai yang berulak dan di kiri kanan sungai daratan atau "rendah". Diperkirakan dari istilah inilah lokasi pemukiman baru tersebut dinamakan Samarenda atau lama-kelamaan ejaan Samarinda. Istilah atau nama itu memang sesuai dengan keadaan lahan atau lokasi yang terdiri atas dataran rendah dan daerah persawahan yang subur.

-http://id.wikipedia.org/wiki/Samarinda-

Kamis, 23 Desember 2010

Futsal SMKN7 : Aku jadi korban...

0

Nonton futsal memang menyenangkan. Apalagi yang main satu sekolah. Tapi, hari ini (23/12) ku merasa bodoh. . .
Saat 2tkj2 vs 3tkj2. . Aku kena bola. . . Auhch. . Bedarah mulutku. . Terluka bibirku. . Iuh. . Jadi pemandangan yang tak menyenangkan. . .

Aku juga ngeliati ketua osisku yang manis itu di dekat gawang. dia ngeliati anak osis juga sih, teman satu kelasnya. dia suka sama itu kiper. Hahahaha