Minggu, 26 Mei 2013

[Tugas Jarkom - 2 TI B] 6.5.8: Addressing in a Tiered Internetwork

0

cara konfigurasi ip address dan Subnet Mask pada Router untuk membuat koneksi dengan tiap host yang terhubung menggunakan switch yang ada pada CCNA Exploration 1 bagian 6.5.8 yang dikerjakan pada Paket Tracert 

Task 1 : Select The Proper IP Address, Mask
Disini kita akan memilih ip addres dan subnet untuk tiap interface yang sudah disediakan untuk memudahkan kita dalam mengkonfigurasi Ip Address dan Subnet


Task 2 : Assign The Selected Information To The Router
Setelah kita melihat Ip Address dan subnet yang disediakan, setelah itu kita akan memilih salah satu Dari Ip Address dan Subnet yang disediakan untuk mengkonfigurasi Switch 0, switch 1 , dan switch 2.
Disini saya akan mengatur subnet masknya untuk switch 0 karena untuk ip address sudah  disediakan dan bisa langsung dimasukkan tetapi untuk menentukan di switch mana ip address tersebut bisa digunakan maka kita harus melihat dari subnet masknya untuk mengetahui berapa banyak host yang disediakan oleh subnet tersebut, untuk menentukan hostnya kita menggunakan rumus 2y – 2 , untuk yadalah banyaknya angka 0 (Nol) dalam subnet yang sudah dikonversikan menjadi bilangan biner
Contoh :
                11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192)
Subnet diatas bisa dibilang dengan /26 yang berarti subnetnya itu 255.255.255.192. lalu kita memiliki angka 0 (Nol) sebanyak 6 buah , lalu kita masukkan kedalam rumus yaitu 2y – 2
26 – 2 = 64 -2 = 62 , berarti untuk subnet /26 atau 255.255.255.192 menyediakan host sebanyak 62 host.

Atau cara lain dalam mengetahui berapa banyak host yang disediakan oleh subnet dengan cara kita melihat berapa banyak host yang digunakan/diperlukan oleh sebuah switch terlebih dahulu contoh pada switch 0 memerlukan /menggunakan 48 host maka kita akan mencari subnet yang bisa menyediakan host yang diperlukan oleh switch 0, cara mencarinya adalah tetap menggunakan rumus 2y – 2 , tetapi untuk mencari  kita tidak perlu mengkonversi menjadi biner tetapi cukup melihat 2 pangkat berapa yang mendekati dan lebih dari 48 host tetapi lebihnya tidak terlalu jauh,
22 = 4 , 23 = 8 , 24 = 16 , 25 = 32 , 26 = 64 .
pada  25 hasilnya adalah 32 , berarti memiliki 32 host , memang benar nilai 32 dekat dengan 48 host tetapi tidak dapat dapat memenuhi karena yang dibutuhkan adalah 48 host maka kita harus melebihkannya agar mencukupi dan memenuhi berapa host yg diperlukan,maka kita akan menggunakan
26 = 64 , berarti memiliki host sebanyak 64 host kemudian dapat mencukupi dan memenuhi host yg dibutuhkan oleh switch 0 , lalu untuk mengetahui subnet yang menyediakan 64 host adalah kembali lagi ke rumus awal yaitu 2y – 2 , pangkat y adalah banyaknya 0 (nol) pada subnet yang sudah dikonversikan menjadi bilangan biner , tadi kita mendapatkan 26 = 64 karena 64 dapat mencukupi dan memenuhi host yg dibutuhkan oleh switch 0, lalu pada 26 = 64 , pangkat 6 menandakan bahwa banyaknya 0 (nol) pada subnet tersebut yang sudah dikonversikan ke bilangan biner adalah sebanyak 6 buah, apabila pangkat 7 berarti nolnya ada sebanyak 7 ,begitu juga seterusnya, berarti kalau kita sudah mengetahui berapa banyaknya nol pada subnet tersebut berarti11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192 , dan untuk mengetahui slash berapakah subnet tersebut kita bisa menghitung dari banyaknya angka 1 pada biner tersebut dan disini adalah /26 .
Berarti kita sudah mengetahui ip address mana yang bisa gunakan beserta subnetnya yaitu 10.0.4.41 / 26.
Untuk memasukkan ip address tersebut beserta subnetnya adalah dengan cara klik Router lalu pilih tabConfig lalu pilih Interface ,lalu pilih fastethernet 0/0 kemudian masukkan ip addres dan subnetnya yang sudah kita pilih tadi, lalu close                                                      




Sekarang kita akan menentukan ip address dan subnet untuk switch 1, pada switch 1 membutuhkan host sebanyak 136 host, saya akan menggunakan penghitungan secara cepat saja, karena penjelasan cara penghitungan sudah ada diatas.
Pada switch 1 membutuhkan 136 host dan yang mendekati dari host tersebut adalah 28 = 256 , dan kita memiliki subnet 255.255.255.0 / 11111111.11111111.11111111.00000000 ,atau slash 24.
Lalu kita masukkan ip address dan subnet yang sudah kita pilih yatu 10.0.2.31 / 24 kedalam fastethernet0/1




Sekarang kita akan mengkonfigurasi fastethernet 1/0. Pada switch 2 memerlukan  489 host , maka 29 = 512 adalah yang mencukupi dan memenuhi host yg diperlukan oleh switch 2, lalu memiliki subnet 11111111.11111111.11111110.00000000 atau 255.255.254.0 atau slash 23.
Lalu kita sudah mendapatkan ip address dan subnetnya adalah 10.0.1.35 / 23 , kemudian kita masukkan ip address dan subnet yg sudah kita pilih tersebut .



itulah tadi penjelasan dari saya tentang cara konfigurasi ip address dan subnet menggunakan Cisco Packet Trace sebagai tempat praktek  dan menjawab pertanyaan yang ada pada cisco networking academy bagian 6.5.8 yang dikerjakan pada Paket Tracert 

[Tugas Jarkom - 2 TI B] 6.5.7: Assigning Addresses

0


cara konfigurasi ip address, Subnet Mask dan Gateway pada Host PC 0 yang ada pada CCNA Exploration 1 bagian 6.5.7 yang dikerjakan pada Paket Tracert 



Task 1 : Select The Proper IP Address, Mask and Gateway
Disini kita akan memilih ip addres,subnet dan gateway untuk host PC 0 yang sudah disediakan untuk memudahkan kita dalam mengkonfigurasi Ip Address,Subnet dan Gateway


Task 2 : Assign The Selected Information To The Host
Setelah kita melihat Ip Address,subnet dan gateway yang disediakan, setelah itu kita akan memilih salah satu Dari Ip Address,Subnet dan Gateway yang disediakan untuk mengkonfigurasi Host PC 0.
Disini saya akan mengatur gateway pada Host PC0, untuk menentukan gateway sebuah Host dilihat dari ip address router karena ip address router itu adalah sebuah gateway dari host.
Router pada pelatihan CCNA kali ini memiliki Ip Address 10.0.1.254/24 berarti gateway pada host PC 0  adalah 10.0.1.254. setelah kita mengetahui gateway pada PC 0, lalu kita kita atur gateway pada PC 0 dengan cara klik PC 0 lalu pilih tab config, lalu klikGLOBAL, SETTING , kemudian isikan gatewaynya dan kita telah selesai mengatur gatewaynya



Setelah kita mengatur Gateway sekarang kita mengatur Ip Adress dan Subnet, setelah kita memilih ip address dan subnet yang sudah disediakan.
Cara mengetahui subnet mask adalah dengan cara melihat slash yang ada. Pada ip router yaitu 10.0.1.254/24 , pada tanda slash menunjukkan bahwa itu adalah subnetnya. /24 memiliki subnet 255.255.255.0. untuk mengetahui subnet yang dilihat dari slash bisa mencari di internet sebagai referensi tambahan
Nilai subnet dilihat dari slash :

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30

Setelah kita mengetahui subnetnya adalah 255.255.255.0 (/24) , sekarang kita mengatur ip address pada PC0.
Cara mengetahui berapa ip addressnya dengan cara mengetahui terlebih dahulu berapa host yang disediakan oleh subnet 255.255.255.0 (/24) dengan cara merubah subnet kedalam bilangan biner
11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). lalu kita gunakan rumus 2y– 2, y adalah banyaknya 0 pada octet terakhir,  28 – 2 = 254 host .
Setelah kita mengetahui banyaknya host baru kita kembali melihat ip address yang disediakan, dimana ip address yang mencakup 1 range dengan ip address router dan switch.
10.0.0.1 – 10.0.0.254 ,
10.0.1.1 – 10.0.1.254 , dan seterusnya.
Pada switch memiliki ip 10.0.1.253 dan router 10.0.1.254 maka kita akan mecari ip address untuk PC0 yang berada didalam 1 range dengan switch dan router maka kita menggunakan ip address 10.0.1.190 karena yang mencakup 1 range dengan switch dan router.
  





Setelah kita mengatur ip address dan subneting pada PC0 dengan cara klik PC0 lalu pilih tab config, lalu klikINTERFACE, FastEthernet 0/0 , kemudian isikan ip address dan subnetnya setelah kita mengatur ip address,subnet dan gateway maka PC 0 telah selesai dikonfigurasi

[Tugas Jarkom - 2 TI B] Lab 11.5.1: Basic Cisco Device Configuration

0





Disini Saya akan membahas cara konfigurasi sebuah jaringan menggunakan Cisco Packet Trace sebagai tempat praktek  dan menjawab pertanyaan yang ada pada cisco networking academy 11.5 hand of labs untuk menyelesaikan tugas jaringan komputer yang diberikan oleh Dosen jarkom
Task 1: Configure Cisco Router Global Configuration Settings.
Figure 1.
Step 1: Physically connect devices.
Untuk mengkoneksikan antara Host1 dan Router1 menggunakan kabel crossover cable lalu untuk Router1 dan Switch1 menggunakan kabel straight-throught cable dan pada host 2 dan 3 yang terhubung ke Switch1 menggunakan kabel straight-throught cable. Semua kabel terhubung dengan pilihan FashEthernet dan semua device harus dalam keadaan hidup.
Step 2: Connect host computer to router through HyperTerminal.
From the Widows taskbar, start the HyperTerminal program by clicking on Start | Programs | Accessories | Communications | HyperTerminal.
Configure HyperTerminal with the proper settings:
Connection Description
Name: Lab 11_2_11
Icon: Personal choice
Connect to
Connect Using: COM1 (or appropriate COM port)
COM1 Properties
Bits per second: 9600
Data bits: 8
Parity: None
Stop bits: 1
Flow Control: None


Setelah jendela hyperterminal muncul, tekan tombol enter sampai ada respon dari router, tapi jika menggunakan simulasi pada Paket Tracer bisa langung masuk pada device router dan memilih CLI pada tab paling atas
Setelah masuk kedalam terminal router dan berada pada mode konfigurasi, ketik kata No untuk tidak melanjutkan konfigurasi router karna disini kita akan masuk ke kofigurasi secara global
.
Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]:no
Press RETURN to get started!
Router>


Apabila dalam penulisan perintah pada router tetapi terjadi kesalahan penulisan Dll, router akan mengartikan perintah anda melalui domain server dan akan menghasilkan waktu tunggu yang lama dan untuk menghentikannya bisa memencet tombol :

Router>enabel
Translating "enabel"...domain server (255.255.255.255) %
Briefly hold down the keys 6, release and press x
Name lookup aborted
Router>

Contoh penulisan yang benar dan respon dari router :
Router> enable
Router#
Step 3: Configure global configuration hostname setting.
Ada dua perintah yang kita gunakan untuk keluar dari privileged exec mode yaituexit dan end
Lalu tombol yang digunakan untuk masuk ke dalam privileged exec mode adalah tombol enter. Setelah masuk kedalam CLI yang ada pada Router, kita akan mengkonfigurasi router secara global atau menyeluruh, didalam router ada 3 konfigurasi yaitu konfigurasi terminal,memory,network dan untuk mengkonfiguras cisco secara global mulai dari pemberian nama pada router pemberian tanggal dan waktu,pemberian banner dan password dan pengaturan interface yaitu pada konfigurasi terminal

Router#configure terminal

Setelah masuk ke konfigurasi global sekarang kita mengatur pemberian nama pada Router menjadi Router1:

router(config)# hostname Router1
Router1(config)#

Apabila ingin mengganti nama Router lagi bisa mengikuti cara diatas,setelah selesai dalam pemberian nama, untuk keluar dari konfigurasi global bisa dengan menuliskan kata
Router1(config)# exit
Atau
Router1(config)# end
Atau
Router1(config)# (langsung menekan tombol ctrl + z)

Step 5: Configure the MOTD banner.
Setelah ini kita akan menkonfigurasi banner pada router atau membuat pemberitahuan dan keterangan sebuah device, sebagai contoh, a friendly “Welcome” message may be interpreted by a court that an attacker has been granted permission to hack into the router. Intinya pada banner adalah bertujuan menampilkan pesan kepada pembaca yg dimiliki device.

Salah satu contoh mengaktifkan banner motd untuk menampilkan pesan ketikan device dijalankan pertama kali


Router1(config)# banner motd % ***You are connected to an ABC network device. Access is granted to only current ABC company system administrators with prior written approval. ***
*** Unauthorized access is prohibited, and will be prosecuted. ***
*** All connections are continuously logged. *** %

Router1(config)#

Ada beberapa macam pilihan dalam banner pada cisco, yaitu :

      Router1(config)# banner ?
      Login  : menampilkan pesan disaat mau login
      Motd   : menampilkan pesan harian pada awalan cisco
      Router1(config)#


Task 2: Configure Cisco router password access.
 Cara mengaktifkan password pada cisco saat mengakses menuju privileged exec mode dll

Step 1: Configure the privileged exec password.
Cisco IOS memiliki dua pilihan dalam pengaturan akses kedalam privilage exec mode. pertama enable password dan enable secret,dan kita akan menggunakan enable secret karena keamanan yang cukup kuat .
cara mengaktifkan password untuk  privileged exec .
Router1(config)# enable secret cisco
Router1(config)#

Step 2: Configure the console password.
Cara mengatur password untuk mengakses menuju router 
Router1(config)# line console 0
Router1(config-line)# password class
Router1(config-line)# login


Step 3: Configure the virtual line password.
Cara mengatur virtual line access password .

Router1(config-line)# line vty 0 4
Router1(config-line)# password class
Router1(config-line)# login


Jangan lupa menambahkan perintah enable secret class dan enable password class yang fungsinya mengaktifkan password dan menambahkan service password-encryption agar password di enkripsi dengan baik
Command
Effect
exit
Return to the global configuration mode.
Ctrl+Z
Exit configuration and return to the privileged exec mode.
end
There are three commands that may be used to exit the line configuration mode:


Ketika menulis perintah exit. Router akan kembali ke mode konfigurasi global atau mode konfigurasi terakir yang kita kerjakan

Router1(config-line)# exit
Router1(config)#


Ketika menulis perintah end. Router akan kembali ke mode konfigurasi awal
Router1(config-line)# end
Router1#

Task 3: Configure Cisco Router Interfaces.
Figure 2. Physical lab topology.

Diatas adalah gambar jaringan topologi dimana host computer terhubung ke router1, interface Fa0/0. Disini kita menggunakan ip adrress sesuai dengan petunjuk yang ada didalam pelatihan cisco networking academy yaitu menggunakan ip address terakir dari subnet 192.133.219.32/28. Arti dari /28 adalah maksud dari subnetnya berarti /48 memiliki subnet 255.255.255.240
Dan IP address yang pertama kita gunakan untuk host adalah 192.133.219.32 – 192.133.219.47 lalu IP address terakir yang digunakan untuk router1 interface fa0/0 adalah 192.133.219.46


Step 1: Configure the router fa0/0 interface.

Cara mengkonfigurasi router interface fa0/0
:
Router1(config)# interface fa0/0
Router1(config-if)# description Connection to Host1 with crossover cable
Router1(config-if)# ip address 192.133.219.46 255.255.255.240
Router1(config-if)# no shutdown
Router1(config-if)# end
Router1#
Look for the interface to become active:
*Mar 24 19:58:59.602: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Step 2: Configure the router Fa0/1 interface.
cara configurasi router interface fa0/1 , pada interface fa0/1 pada instruksi cisco networking academy kita menggunakan ip address terakir dari subnet 192.133.219.48/28
Router1(config)# interface fa0/1
Router1(config-if)# description Connection to switch with straight-through cable
Router1(config-if)# ip address 192.133.219.62 255.255.255.240
Router1(config-if)# no shutdown
Router1(config-if)# end
Router1#
Look for the interface to become active:
*Mar 24 19:58:59.602: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up

Step 3: Configure the host computer.
Konfigurasi host komputer untuk koneksi LAN dengan cara klik menu Start | Control Panel | Network Connections. Right-click on the LAN icon, pilih  Properties. Highlight the Internet Protocol field, and select Properties.
IP Address: berisikan host pertama pada ip address yang ditentukan
Subnet Mask: subnet mask ditentukan dari slash dibelakang ip
Default Gateway: berisikan ip router
Click OK, and then Close.
Step 4: Verify network connectivity.
Gunakan perintah ping pada CMD untuk memastikan jaringan sudah terhubung pada router apabila belum kemungkinan ada kesalahan dalam konfigurasi atau pada IP address,subnet dan gateway
Perintah pada Cisco IOS yang digunakan untuk verifikasi status interface atau mengaktifkan interface pada router adalah no shutdown setelah selesai bisa mencoba ping kembali melalui CMD, jangan lupa memeriksa kabel yang menghubungkan antara host1 dan router adalah kabel crossover

Task 4: Save the Router Configuration File.
Cara menyimpan configurasi pada router dilakukan secara manual seperti berikut :
            Router1>copy running-config startup-config
            Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]

Task 5: Configure a Cisco Switch.
Cara konfigurasi Cisco IOS switch kurang lebih sama dengan  konfigurasi pada router. Berikut cara untuk konfigurasi switch cisco
Step 1: Connect the host to the switch.
Hubungkan host menuju switch menggunakan kabel staright-througt cable dan tunggu respon dari switch.
Step 2. Configure global configuration hostname setting.
Sama halnya dengan pemberian nama pada router  
Dari user exec mode, enter global configuration mode:

Switch> en
Switch# config t
Switch(config)#
Set the device hostname to Switch1.
Switch(config)# hostname Switch1
Switch1(config)#
Step 3: Configure the MOTD banner.
Membuat banner pada switch kurang lebih sama dengan pembuatan banner pada router dan pesan yang akan kita buat pada banner switch adalah “ Only system administrators of the ABC company are authorized access, unauthorized access will be prosecuted, and all connection information will be logged.”
Pesan pada banner akan ditampilkan saat sebelum masuk atau login kedalam switch

Switch1(config)# banner motd %

Step 4: Configure the privileged exec password.
Sama dengan cara mengeset password pada router
Set the privileged exec password to cisco.
Switch1(config)# enable secret cisco
Switch1(config)#
Step 5: Configure the console password.
Set the console access password to class.
Switch1(config)# line console 0
Switch1(config-line)# password class
Switch1(config-line)# login
Step 6: Configure the virtual line password.
Set the virtual line access password to class. There are 16 virtual lines that can be configured on a Cisco IOS switch, 0 through 15.
Switch1(config-line)# line vty 0 15
Switch1(config-line)# password class
Switch1(config-line)# login
Step 7: Configure the interface description.
Figure 3 shows a network topology where Router1 is connected to Switch1, interface Fa0/1. Switch1 interface Fa0/2 is connected to host computer 2, and interface Fa0/3 is connected to host computer 3.
Apply the descriptions on the switch interface with the interface configuration command, description:
Switch1(config)# interface fa0/1
Switch1(config-if)# description Connection to Router1
Switch1(config)# interface fa0/2
Switch1(config-if)# description Connection to host computer 2
Switch1(config)# interface fa0/3
Switch1(config-if)# description Connection to host computer 3
Switch1(config-if)# end
Switch1#
Step 7: Save RAM configuration to NVRAM.
Cara menyimpan konfigurasi pada switch kurang lebih sama pada router:


Switch1# copy run start
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
Switch1#